Jumat, 14 Desember 2012

KITA MASIH DI JAJAH

oleh : heru gernandes
fisip-unand

bagian 1.




Disadari atau tidak negara ini sebenarnya masih di jajah,  bedanya dulu kita dijajah langsung dengan kekuatan militer namun sekarang tidak, mereka sudah menggunakan cara yang lebih lembut namun mematikan dan sangat ampuh yaitu dengan cara menguasai  perekonomian kita dan dengan mudah mereka menghisap kekayaan bumi kita. Memang sudah mereka ketahui sejak lama dan bahkan sejak negara indonesia ini belum berdiri bahwa negar kita ini adalah negara yang kaya akan hasil bumi dari sabang sampai merauke, mulai dari hasil tambang, kebun serta hasil laut.  Namun naasnya kita sebagai bangsa indonesia sejak dulu hingga sekarang tidak pernah menikmati hasil kekayaan dari negara kita sendiri dan bahkan kita menjadi orang asing di negara kita sendiri.
            Data dan faktanya dominasi asing memang sudah melekat dinegara ini dan menjadikan kita bangsa yang kehilangan arah dan identitas, betapa tidak lihatlah mulai dari kita bangun tidur, beraktifitas, hingga tidur lagi, semua nya sudah dikuasai oleh perusahaan asing. Lihat saja, mulai dari air minum AQUA dimana 74% sahamnya dikuasai oleh perusahaan danone dari prancis, teh sariwanggi milik unilever-inggris, SGM yang 82% sahamnya dikuasai oleh Numico-belanda, sabun LUX & pepsodent milik unilever, rokok sampoerna sudah menjadi milik philip morris-amerika, supermarket carrefour-prancis, GIANT & hero-milik malaysia, bank BCA, Danamon, BII, bank niaga semuanya milik asing. Bangun rumah pakai semen tiga roda, 62% milik heidelberg-jerman. Kalau kita sebut satu persatu ketergantungan kita terhadap perusahaan asing tentu akan memuat daftar yang sangat panjang. Dan lebih parahnya lagi perusahaan-perusahaan asing juga telah menguasai hasil bumi kita lihatlah perusahan asing menguasai 85,4%  ladang  migas indonesia ( Exxon Mobil, Caltex, Shell, Atlantic richfield dan petronas) dan perusahaan nasional pertamina 14,6% ladang migas (minyak bumi dan gas bumi ) indonesia ( kompas,  3/6/2006).  Akibatnya kita menjadi orang asing dinegeri sendiri betapa tidak pertamina yang kala itu menggatakan sanggup menggelola blok cepu yang memiliki cadangan minyak 80-100 milyar dolar AS tidak di hiraukan pemerintah dan malah memberikan blok cepu kepada ExxonMobil, serta PT freeport di papua yang menjadi tambang emas terbesar didunia dikuasai perusahaan asing  dan alhasil dari semua kekayaan alam kita ini kita tetap mejadi negara dunia ketiga alias negara berkembang. Sungguh memalukan!!!!!!!!!
            Perlu kita sadari saya bukan menolak perusahaan asing berinventasi di indonesia, melainkan yang menjadi persoalannya, kenada mereka bisa mengguasai pasar kita dan bahkan mereka mengguasai saham-saham perusahan strategis kita hingga 100%  apa itu tidak merugikan kita sebagai bangsa indonesia ketika negara lain membatasi saham-saham asing.
   
KEBIJAKAN BATAS KEPEMILIKAN ASING DI BEBERAPA NEGARA
Negara                         Batas Kepemilikan Asing (%)
Indonesia                    99%
Filipina                        51%
Thailand                      49%
India                            49%
Malaysia                      30%
Vietnam                      30%
Amerika Serikat         25%
RRC                             25%
Australia                      15%
Sumber: Jonathan Coppel dan Michael Davis, “Foregn Participation In East Asia’s Banking Sector”, International Department Reserve Bank of Australia, diolah kembali oleh Biro Riset InfoBank (birI).
             Betapa indonesia menjadi negara yang sangat membuka diri terhadap investasi asing dan ini menimbulkan banyak kerugian bagi kita sebagai warga negara, dimana seharusnya hasil bumi dan alam indonesia digunakan untuk sepenuhnya kemakmuran rakyat malah menjadi kemakmuran untuk perusahaan asing yang notebene nya adalah pebisnis yang bertujuan mencari untung sebanyak-banyaknya, inilah yang membuat negara kita tidak akan pernah menjadi negara maju kita sudah dikuasai perusahaan-perusahaan asing apa daya pemerintah kita ketika mereka melanggar aturan-aturan yang berlaku indonesia sedangkan mereka menguasai saham hingga 100%  itulah yang terjadi di freeport papua ketika provinsi itu memiliki gunung emas terbesar didunia dan tembaga terbesat ketiga di dunia tapi lihat penduduknya jauh dari kata makmur bahkan gunung emas itu sekarang sudah menjadi lubang yang besar karna di kerup habis-habisan oleh perusahaan asing. 
            Pemerintah kita mungkin sudah menyadari hal ini karena yang duduk jadi kepala-kepala negara ini bukanlah orang-orang bego malahan mereka adalah lulusan universitas luar negeri yang tentu lebih mengerti akan hal ini, namun kita telah dulu terjatuh dalam lingkaran hitam para pemodal asing baca jhon perkins yang berjudul confessions of an economic hit man yang telah memaparkan dengan jelas bagaimana keterlibatan asing dalam perekonomian serta politik indonesia dengan cara-cara yang kotor.
Bersambung !!!!
Tunggu tulisan selanjutnya.,.,.
rererensi
Hadi, Syamsul.2012. kudeta putih reformasi dan pelembagaan kepentingan asing dalam ekonomi indonesia.  Jakarta: Indonesia Berdikari
Tunggul alam, Wawan. 2011. freeport papua, blok cepu, gas alam arun. jakarta: ufuk press

Tidak ada komentar:

Posting Komentar