oleh : heru gernandes
fisip-unand
bagian 1.
fisip-unand
bagian 1.
Disadari
atau tidak negara ini sebenarnya masih di jajah, bedanya dulu kita dijajah langsung dengan
kekuatan militer namun sekarang tidak, mereka sudah menggunakan cara yang lebih
lembut namun mematikan dan sangat ampuh yaitu dengan cara menguasai perekonomian kita dan dengan mudah mereka
menghisap kekayaan bumi kita. Memang sudah mereka ketahui sejak lama dan bahkan
sejak negara indonesia ini belum berdiri bahwa negar kita ini adalah negara
yang kaya akan hasil bumi dari sabang sampai merauke, mulai dari hasil tambang,
kebun serta hasil laut. Namun naasnya
kita sebagai bangsa indonesia sejak dulu hingga sekarang tidak pernah menikmati
hasil kekayaan dari negara kita sendiri dan bahkan kita menjadi orang asing di
negara kita sendiri.
Data dan faktanya dominasi asing
memang sudah melekat dinegara ini dan menjadikan kita bangsa yang kehilangan
arah dan identitas, betapa tidak lihatlah mulai dari kita bangun tidur,
beraktifitas, hingga tidur lagi, semua nya sudah dikuasai oleh perusahaan
asing. Lihat saja, mulai dari air minum AQUA dimana 74% sahamnya dikuasai oleh
perusahaan danone dari prancis, teh sariwanggi milik unilever-inggris, SGM yang
82% sahamnya dikuasai oleh Numico-belanda, sabun LUX & pepsodent milik
unilever, rokok sampoerna sudah menjadi milik philip morris-amerika,
supermarket carrefour-prancis, GIANT & hero-milik malaysia, bank BCA, Danamon,
BII, bank niaga semuanya milik asing. Bangun rumah pakai semen tiga roda, 62%
milik heidelberg-jerman. Kalau kita sebut satu persatu ketergantungan kita
terhadap perusahaan asing tentu akan memuat daftar yang sangat panjang. Dan lebih
parahnya lagi perusahaan-perusahaan asing juga telah menguasai hasil bumi kita
lihatlah perusahan asing menguasai 85,4%
ladang migas indonesia ( Exxon
Mobil, Caltex, Shell, Atlantic richfield dan petronas) dan perusahaan nasional
pertamina 14,6% ladang migas (minyak bumi dan gas bumi ) indonesia ( kompas,
3/6/2006). Akibatnya kita
menjadi orang asing dinegeri sendiri betapa tidak pertamina yang kala itu
menggatakan sanggup menggelola blok cepu yang memiliki cadangan minyak 80-100
milyar dolar AS tidak di hiraukan pemerintah dan malah memberikan blok cepu
kepada ExxonMobil, serta PT freeport di papua yang menjadi tambang emas
terbesar didunia dikuasai perusahaan asing dan alhasil dari semua kekayaan alam kita ini
kita tetap mejadi negara dunia ketiga alias negara berkembang. Sungguh memalukan!!!!!!!!!
Perlu kita sadari saya bukan menolak
perusahaan asing berinventasi di indonesia, melainkan yang menjadi persoalannya,
kenada mereka bisa mengguasai pasar kita dan bahkan mereka mengguasai
saham-saham perusahan strategis kita hingga 100% apa itu tidak merugikan kita sebagai bangsa
indonesia ketika negara lain membatasi saham-saham asing.
KEBIJAKAN BATAS KEPEMILIKAN
ASING DI BEBERAPA NEGARA
Negara
Batas Kepemilikan Asing (%)
Indonesia
99%
Filipina
51%
Thailand
49%
India
49%
Malaysia
30%
Vietnam
30%
Amerika
Serikat 25%
RRC
25%
Australia 15%
Sumber: Jonathan Coppel dan Michael Davis, “Foregn
Participation In East Asia’s Banking Sector”, International Department
Reserve Bank of Australia, diolah kembali oleh Biro Riset InfoBank (birI).
Betapa indonesia menjadi negara yang sangat
membuka diri terhadap investasi asing dan ini menimbulkan banyak kerugian bagi
kita sebagai warga negara, dimana seharusnya hasil bumi dan alam indonesia
digunakan untuk sepenuhnya kemakmuran rakyat malah menjadi kemakmuran untuk
perusahaan asing yang notebene nya adalah pebisnis yang bertujuan mencari
untung sebanyak-banyaknya, inilah yang membuat negara kita tidak akan pernah
menjadi negara maju kita sudah dikuasai perusahaan-perusahaan asing apa daya
pemerintah kita ketika mereka melanggar aturan-aturan yang berlaku indonesia
sedangkan mereka menguasai saham hingga 100% itulah yang terjadi di freeport papua ketika
provinsi itu memiliki gunung emas terbesar didunia dan tembaga terbesat ketiga
di dunia tapi lihat penduduknya jauh dari kata makmur bahkan gunung emas itu
sekarang sudah menjadi lubang yang besar karna di kerup habis-habisan oleh
perusahaan asing.
Pemerintah kita mungkin sudah
menyadari hal ini karena yang duduk jadi kepala-kepala negara ini bukanlah
orang-orang bego malahan mereka adalah lulusan universitas luar negeri yang
tentu lebih mengerti akan hal ini, namun kita telah dulu terjatuh dalam lingkaran
hitam para pemodal asing baca jhon perkins yang berjudul confessions of an
economic hit man yang telah memaparkan dengan jelas bagaimana keterlibatan
asing dalam perekonomian serta politik indonesia dengan cara-cara yang kotor.
Bersambung
!!!!
Tunggu
tulisan selanjutnya.,.,.
rererensi
Hadi, Syamsul.2012. kudeta putih reformasi dan pelembagaan kepentingan asing dalam ekonomi indonesia. Jakarta: Indonesia Berdikari
Tunggul alam, Wawan. 2011. freeport papua, blok cepu, gas alam arun. jakarta: ufuk press
Hadi, Syamsul.2012. kudeta putih reformasi dan pelembagaan kepentingan asing dalam ekonomi indonesia. Jakarta: Indonesia Berdikari
Tunggul alam, Wawan. 2011. freeport papua, blok cepu, gas alam arun. jakarta: ufuk press


Tidak ada komentar:
Posting Komentar